Oleh Lee Rogers
www.roguegovernment.com
Serangan teroris baru-baru ini di Mumbai terlihat seperti dilakukan satu agen intelijen barat. serangan teroris yang nyaris sempurna — serangan Mumbai berlangsung 60 jam para teroris mampu menahan pasukan khusus india — biasanya dilakukan oleh institusi dengan sumberdaya yang cukup, dan bukan dilakukan oleh teroris yang tinggal di gua atau tempat lainnya.
Sejarah mencatat bahwa serangan teroris yang dasyat yang mendapat liputan besar-besaran di media sesungguhnya disponsori negara. India sudah mulai menuduh pakistan dan kita juga telah melihat propaganda tajam dari saluran media menuduhkan serangan ini kepada organisasi fiksional (fiction: fiktif) ciptaan CIA, Alqaeda (AQ).
Malah ada bukti saksi mata bahwa para penyerang tidak terlihat seperti orang india namun terlihat seperti orang barat. Dan nyatanya beberapa dari penyerang telah diketahui berwarga negara inggris kelahiran pakistan.
Tentunya tidak satupun yang disebut diatas penting ketika media barat perlu menjual mitos Alqaeda kepada rakyat amerika disini. Apalagi Barack Obama telah diberitakan (saat kampanye) bicara soal kemungkinan menggunakan kekuatan militer di dalam wilayah pakistan untuk memburu teroris Alqaeda. Sepertinya serangan mumbai akan memberinya alasan untuk melakukannya ketika ia berkuasa.
Dia akan bicara bahwa dia akan memburu AQ di pakistan dan media akan menjual pernyataannya sebagai satu hal yang benar.
Satu-satunya pihak yang mengambil keuntungan dari pembunuhan ratusan orang tak berdosa di india adalah pemerintah-pemerintah barat. Ini memungkinkan mereka untuk terus menjual perang terror palsu kepada rakyat Amerika yang terbodohi. Serangan mumbai dengan efektif menciptakan ketegangan india-pakistan dan ia memberikan alasan kuat bagi intervensi militer Amerika.
Mari kita lihat siapa yang akan mengambil keuntungan dan mengapa mereka mengambil keuntungan.
Pertama, serangan tersebut memungkinkan media untuk mengenalkan kembali perang teror palsu (phony terror war – bias kepentingan kapitalis) kepada mata publik. Walau fakta bicara bukti kecil kemungkinan dilakukan oleh kelompok teror muslim (satu teroris tertangkap basah CCTV mengenakan gelang khas hindu), tetap saja dikatakan bahwa ini serangan AQ (1).
Disisi lain kita secara kebetulan mendengar ancaman bahwa AQ merencanakan serangan bawah tanah dan stasiun Amtrak di Amerika, pada hari yang sama saat serangan mumbai terjadi. Walaupun pemerintah Amerika tidak memberikan info detail dari intelijen soal rencana tersebut, ini seolah memberikan alasan bagi pemerintah untuk memompakan ketakutan kedalam pikiran rakyat amerika melalui kompleks propaganda media massa. Secara efektif membawa horor teror di india lebih dekat agar dapat melanjutkan isu teror palsu.
Kedua, tragedi mumbai memungkinkan india dan pemerintah barat untuk menuduh pakistan sebagai alasan untuk melancarkan operasi militer di tanah pakistan. Obama telah menyatakan bahwa dia akan mengambil tindakan terhadap apa yang dia sebut sebagai teroris di pakistan. Serangan2 semisal mumbai tidak ada kaitan dengan isu palsu memerangi teror namun sebaliknya akan digunakan untuk melanjutkan pengaruh barat (baca: hegemoni kapitalis barat) di wilayah itu.
Ketiga, menciptakan ketegangan yang lebih jauh antara india dan pakistan dimana keduanya merupakan kekuatan nuklir dan telah berperang dalam masalah kashmir.
Disisi lain rekaman AQ dirilis di internet kemarin memperlihatkan orang no-2 AQ, Ayman Al-Zawahiri, menantang pemerintah amerika untuk mengirim militer ke pakistan. Dengan perilisan video dan audio AQ tersebut, adalah sangat jelas bahwa AQ sesungguhnya dengan sengaja membuat pernyataan untuk memenuhi agenda barat. Jika Al-zawahiri tinggal di gua di satu tempat, ini akan cukup sulit untuk membuat rekaman video dan audio tersebut. AQ adalah kelompok fiksional bentukan CIA, jadi melihat fakta tadi, tidaklah sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya Al-Zawahiri bekerja untuk CIA atau hanya satu organisasi dengan hanya daftar nama? Dengan menantang pemerintah amerika mengirimkan militer ke pakistan, dia memberikan kepercayaan bahwa memang ada teroris yang harus dikalahkan disini.
Kapanpun satu serangan terjadi, kita harus melihat siapa yang akan paling mengambil untung darinya. Sangat jelas, barat paling diuntungkan dari serangan semisal. Mereka memiliki alasan untuk menjual isu perang melawan teror (palsu untuk kepentingan hegemoni mereka), menempatkan india melawan pakistan dan memungkinkan invansi militer atas pakistan. Isu perang melawan teror adalah sebuah penipuan (a fraud) dan serangan mumbai kemarin terlihat juga seperti peristiwa lain buatan ciptaan mereka (barat) yang memungkinkan para penjahat haus darah di Washington DC melanjutkan usaha mereka untuk mengkonsolidasikan kekuasaan mereka.
Note:
(1) Chrtistine Fair, ilmuwan politik senior dari RAND corporation (oh sucks!), mengatakan bahwa gaya serangan mumbai bukan gaya AQ. Dia mengatakan bahwa AQ tidak biasa menyandra atau menggunakan granat. Hal senada dikatakan oleh Ahli terorisme Prof Bruce Hoffman. Dia mengatakan bahwa serangan mumbai bukan jenis modus operandi AQ (Suicide bombing – media barat).
* Catatan tambahan oleh Sonicfist


Boleh jadi ada sutradara di balik layar.
Yang aku yakin, banyak agen-agen susupan asing menyelusup masuk dalam gerakan-gerakan radikal, dan perpose sebagai super-radikal. Menjadi tukang kompor yang terus mengkilik-kilik orang-orang bebal seperti Amrozi yang keras kepala dan berwawasan sempit, sampai mereka ini mencapai titik ledaknya. Kehilangan akal sehat dan berhalusinasi tentang kejayaan yang semu belaka.
Terbukti bahwa hampir semua ‘cell’ teroris yang digrebek FBI/NSA di Amerika ternyata telah dikilik-kilik. Tanpa kilikan ini, mungkin saja mereka tetap menjadi kelompok radikal, tapi menyimpan dongkol dalam hati saja. Agen-agen FBI itu telah mengkoach mereka bagaimana supaya mereka bisa lebih meledak (pun intended), menjadi bintang.
sepakat mas Agunk. Saya sendiri sangsi apakah operasi Bom London, Madrid itu benar ‘Teroris’ yang melakukan atau hanyalah skenario Intel Barat untuk membenarkan cengkraman hegemoni mereka di dunia ketiga, dunia Islam khususnya. Kenapa Bom London dan Madrid saja? Karena soal WTC dapat dipastikan disana ada master mind zionis dibelakangnya. Uniknya individu-individu di Amerika sendiri yang mengungkapnya yang menolak untuk mengikuti narasi kejadian versi ‘resmi’ dan atau versi TV.